GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Sekitar 100 orang muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul berkumpul di Bangsal Sewokoprojo dalam forum “Ruang Cerita Orang Muda: Youth Stories, Real Voice, Real Change”, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) melalui Program ASIK bersama Karang Taruna Samuta Siraman dan CBM Global sebagai bagian dari peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026.
Forum dialog ini menghubungkan generasi muda, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta rekomendasi terkait isu kesehatan mental. Manajer Program PRYAKKUM, Christian Pramudya, mengapresiasi peluncuran Ruang Cerita Orang Muda sebagai bagian dari laboratorium sosial Karang Taruna Samuta Siraman yang diharapkan dapat menjadi pusat belajar kesehatan jiwa di Gunungkidul.
Perwakilan orang muda, Ahnaf Fauzy Zulkarnain, menekankan pentingnya meaningful participation — keterlibatan bermakna generasi muda dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan kesehatan mental.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang diwakili Ismono, S.Si.T., M.Kes., mendukung pembentukan kader sebaya (First Aider) dan peran guru BK di sekolah untuk deteksi dini masalah kesehatan jiwa. Pemkab juga berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi UGM dengan menempatkan 11 mahasiswa magang psikologi di empat puskesmas wilayah Gunungkidul.
Selain diskusi, rangkaian acara diisi dengan sesi art therapy, meditasi, pameran seni, layanan skrining kesehatan jiwa gratis dari Puskesmas Wonosari I & II serta RSUD Wonosari, hingga penyematan simbolis pin First Aider.









