GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Korve Kolaborasi Gerakan Jumat Bersih di Kali Besole, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari, Jumat (23/10/2026). Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelajar sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan sungai sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
Dalam arahannya, Endah menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan sekadar kegiatan kerja bakti, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kalurahan, sekolah hingga masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Menurut Endah, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengatasi persoalan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. Semangat gotong royong juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya dalam kegiatan seremonial. Ia mengutip pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai nilai persatuan dan gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Endah menekankan tiga hal penting dalam gerakan kebersihan lingkungan:
Pertama, menjaga kebersihan sungai harus menjadi kebiasaan sehari‑hari, bukan hanya saat kegiatan tertentu. Sungai bersih mendukung kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko banjir. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air, serta merawat lingkungan mulai dari rumah masing‑masing.
Kedua, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) harus diwujudkan lewat aksi nyata. Kegiatan ini sekaligus persiapan Gunungkidul menghadapi penilaian Adipura, namun tujuan utamanya membangun kesadaran konsisten, bukan sekadar memenuhi penilaian.
Ketiga, bantuan peralatan kebersihan yang diserahkan kepada perwakilan Padukuhan Gadungsari dan Padukuhan Ringinsari diharapkan dimanfaatkan optimal dengan kegiatan rutin, pembagian tanggung jawab, serta pelibatan warga.
Endah juga mengajak anak‑anak dan generasi muda menjadi pelopor perilaku hidup bersih — mulai dari kebiasaan sederhana: membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, serta mengajak keluarga dan teman peduli lingkungan. Kebiasaan baik sejak dini diyakini berpengaruh pada kualitas lingkungan yang diwariskan ke generasi mendatang.
Ia berharap kegiatan Korve Jumat Bersih tidak berhenti setelah kerja bakti selesai. Pengawasan dan kepedulian masyarakat tetap diperlukan agar sungai tidak kembali dipenuhi sampah. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan terus mendorong pelestarian lingkungan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.











