Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Sosial Budaya

Pamong Kalurahan Salam Ikuti Upacara Mangayubagyo HUT ke-196 Gunungkidul

nuun.std
×

Pamong Kalurahan Salam Ikuti Upacara Mangayubagyo HUT ke-196 Gunungkidul

Sebarkan artikel ini
Pamong Kalurahan Salam ikuti upacara Mangayubagyo Pengetan 196 Hadeging Gunungkidul
Sumber Gambar: Pemerintah Kalurahan Salam

GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Pamong Kalurahan Salam mengikuti Upacara Mangayubagyo Pengetan Kaping 196 Hadeging Kabupaten Gunungkidul yang digelar di Alun-Alun Pemerintah Daerah Gunungkidul, Kamis (14/10/2026). Upacara adat khidmat tersebut mengusung tema “Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine” yang mengandung makna filosofis mendalam tentang semangat kebersamaan gembira, kesehatan jasmani, dan ketentraman batin bagi seluruh masyarakat Gunungkidul.

Upacara dihadiri secara lengkap oleh segenap unsur pemerintahan, meliputi seluruh Lurah se-Kabupaten Gunungkidul beserta utusan Pamong Kalurahan, jajaran Pemerintah Kapanewon, Forum Komunikasi Pimpinan Kabupaten (Forkompimkab), Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, para mantan Bupati, serta Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta. Kehadiran Lurah Salam bersama 5 Pamong Kalurahan Salam menjadi wujud nyata komitmen Kalurahan Salam untuk terus menguri-uri tradisi dan mendukung visi pembangunan Gunungkidul yang berakar pada budaya.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Lurah Salam menyampaikan bahwa tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine ini luar biasa. Maknanya kita diajak untuk selalu kompak, guyub rukun dalam membangun kalurahan, tapi juga tetap menjaga kesehatan raga dan ketentraman hati. Ini sejalan dengan semangat Kalurahan Salam yang guyub,” ujarnya usai upacara. Semangat guyub rukun tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat kohesi sosial di tingkat kalurahan.

Upacara Mangayubagyo merupakan tradisi budaya Jawa yang dilaksanakan secara rutin setiap peringatan Hadeging Kabupaten Gunungkidul. Acara ini tidak sekadar upacara simbolis, melainkan sarana mempererat silaturahmi antar pemangku kepentingan sekaligus menguatkan identitas budaya lokal. Melalui upacara ini, nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, rasa hormat kepada leluhur, dan semangat membangun bersama terus dijaga kelestariannya di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat Hadeging ke-196 ini, diharapkan Kabupaten Gunungkidul semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan budaya Jawa tetap lestari. Partisipasi aktif Pamong Kalurahan Salam dalam upacara ini membuktikan bahwa pembangunan berbasis budaya bukan hanya jargon, melainkan tindakan nyata yang dilaksanakan oleh aparatur desa. Dirgahayu Kabupaten Gunungkidul ke-196! Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine!


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget