GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID – Tim Anestesi RSUD Wonosari menyelenggarakan Edukasi Emergency untuk Masyarakat di Balai Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (10/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya di wilayah pesisir yang rawan bencana.
Diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang mewakili berbagai unsur: Tim SAR, relawan ambulans, nelayan, kader kesehatan, dan peserta rapat Tagana Tanjungsari. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan memperkuat koordinasi dan sinergi antar pelaku pertama saat terjadi kejadian darurat sebelum bantuan medis profesional tiba.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh dokter anestesi RSUD Wonosari, mencakup: pengenalan tanda-tanda kegawatdaruratan (paru, jantung, trauma), langkah dasar Basic Life Support (BLS), penanganan tenggelam/luka bakar/patah tulang, serta simulasi evakuasi korban menggunakan alat sederhana. Peserta diajak praktik langsung kompresi dada dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED) yang mulai dipasang di titik-titik strategis.
Kepala Kalurahan Ngestirejo, dalam sambutannya, menegaskan bahwa edukasi ini menjadi bagian vital dari program Desa Tangguh Bencana. “Warga yang siap dan tahu langkah pertama selamatkan nyawa. Kita tidak bisa hanya bergantung tim medis yang butuh waktu sampai lokasi,” ujarnya. Pemerintah Kalurahan berkomitmen mengadakan refreshment rutin setiap semester.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan kotak P3K lengkap ke masing-masing padukuhan serta penandatanganan komitmen kerjasama antara RSUD Wonosari, Kalurahan Ngestirejo, dan Tagana Tanjungsari. Diharapkan pengetahuan ini disebarluaskan ke RT/RW sehingga setiap kepala keluarga punya awareness darurat dasar.









