Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Sosial Budaya

Sarat Makna Luhur, Bupati Endah Apresiasi Tradisi Upacara Adat Rasul di Kalurahan Wiladeg

nuun.std
×

Sarat Makna Luhur, Bupati Endah Apresiasi Tradisi Upacara Adat Rasul di Kalurahan Wiladeg

Sebarkan artikel ini
Sarat Makna Luhur, Bupati Endah Apresiasi Tradisi Upacara Adat Rasul di Kalurahan Wiladeg
Dok. Pemkab Gunungkidul

KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Warga Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, kembali menggelar upacara adat tahunan “Rasul” atau Bersih Dusun. Gelaran sakral yang dipusatkan di Balai Kalurahan Wiladeg pada Jumat (17/7/2026) ini berlangsung khidmat sebagai wujud nyata pelestarian kearifan lokal yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Adanya ritual adat ini memikat perhatian jajaran pimpinan daerah. Terbukti, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung di lokasi acara bersama perwakilan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Provinsi DIY serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Panewu Karangmojo, Emmanuel Krisno Juwoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Rasul merupakan momentum krusial bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi. Forum budaya ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk manunggal (bersatu) mengungkapkan rasa syukur sedalam-dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan keselamatan, kesehatan, serta ketenteraman yang dinikmati seluruh warga Wiladeg.

“Selain sebagai ajang silaturahmi akbar, upacara adat ini juga memikul harapan besar untuk memotivasi warga agar terus merawat api semangat gotong royong dan pengabdian tulus di desa mereka,” ujar Emmanuel Krisno.

Simbol Keharmonisan Hubungan dan Kepribadian Bangsa

Apresiasi tinggi turut mengalir dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut orang nomor satu di Gunungkidul tersebut, ritual Rasul bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud spiritualitas kolektif atas hasil panen yang melimpah sekaligus simbol keharmonisan relasi antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

“Kegiatan ini adalah sarana luhur untuk menjaga keseimbangan hidup. Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia serta para seniman lokal yang telah menyemarakkan acara dengan berbagai pagelaran budaya yang luar biasa, mulai dari kirab budaya hingga pementasan wayang kulit,” puji Bupati Endah dalam pidatonya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyuntikkan pesan ideologis dengan menekankan pentingnya memegang teguh prinsip Trisakti Bung Karno, khususnya poin “berkepribadian dalam kebudayaan”. Bupati berharap nilai kearifan lokal yang hidup di Wiladeg mampu menjelma sebagai fondasi yang kokoh bagi pembangunan daerah. Dengan demikian, gerak laju modernisasi dan kemajuan wilayah akan tetap berjalan beriringan tanpa mencabut akar budaya yang lestari.

Rangkaian upacara adat ini ditutup syahdu dengan doa lintas warga. Mereka bersama-sama memohon agar seluruh masyarakat Kalurahan Wiladeg senantiasa dilimpahi perlindungan, rezeki yang barokah, kerukunan yang erat, serta keselamatan di dunia maupun akhirat. Pekatnya nuansa kekhidmatan acara ini menjadi bukti sahih bahwa semangat nguri-uri kabudayan masih terpatri kuat di sanubari masyarakat Gunungkidul.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget