KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Semangat nasionalisme terpancar kuat di Lapangan Kasatriyan, Wonosari, pada Kamis (13/8/2026). Ribuan siswa dari berbagai sekolah dasar antusias mengikuti Pawai Marching Band dan Seni Budaya dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang kembali digelar secara kolosal ini dilepas secara resmi oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Berdasarkan data panitia, pawai diikuti oleh 3.153 peserta yang terbagi ke dalam 42 kontingen dari lingkup Sekolah Dasar (SD) se-Korwil Kapanewon Wonosari dengan pendampingan para guru serta kepala sekolah.
Dalam arahannya, Bupati Endah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan, jajaran panitia, serta para orang tua siswa yang telah bergotong royong mendukung kesuksesan gelaran budaya ini.
“Pawai ini bukan sekadar untuk tampil dan berkunjung, tetapi di dalamnya terkandung nilai-nilai budaya, disiplin, kerja sama, kekompakan, keberanian, dan kreativitas,” ujar Bupati di hadapan ribuan peserta.
Bupati menambahkan bahwa irama marching band mengajarkan pentingnya keselarasan dan kebersamaan, sementara ragam busana adat Nusantara yang dikenakan para siswa memupuk rasa cinta terhadap warisan leluhur bangsa.
Gelorakan Kembali Tradisi Sejak Tahun 2002
Menariknya, momentum penyelenggaraan pawai tahun ini menjadi kebangkitan kembali agenda budaya pelajar yang sempat hiatus cukup lama di kawasan kota Wonosari.
“Dan terakhir diselenggarakan pada tahun 2002 dan di tahun ini kita selenggarakan lagi sebagai upaya kita menjaga dan mengenalkan kepada para anak-anak keanekaragaman budaya Nusantara khususnya pakaian adat dari berbagai daerah,” ungkap Bupati.
Seraya mengutip pesan Bung Karno tentang pentingnya memelihara semangat kemerdekaan yang berkobar, Bupati mendorong para siswa untuk berani bermimpi besar, disiplin, serta menjaga ketertiban selama pawai berlangsung.
Melalui kembalinya Pawai Marching Band dan Seni Budaya ini, Pemkab Gunungkidul berharap karakter generasi muda di Bumi Handayani dapat terus dibentuk menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan senantiasa bangga akan identitas budaya bangsa.











