GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Musim kemarau tidak menghentikan produktivitas pertanian di Kabupaten Gunungkidul. Di Padukuhan Jaranmati 2, Kalurahan Karangmojo, petani Kelompok Tani Hangudi Rejeki 1 berhasil memanen padi dengan produktivitas rata-rata 6,98 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare.
Capaian tersebut diketahui dari hasil penghitungan ubinan pada Rabu (14/10/2026). Hasil panen ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani yang tetap menggarap lahan di tengah ketersediaan air yang terbatas.
Syukuran panen digelar sebagai rasa syukur atas hasil yang diperoleh. Acara tersebut dihadiri penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangmojo, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Ngudi Makmur, Koordinator Ulu-ulu Pengairan, Dukuh Jaranmati 2, serta anggota kelompok tani.
Ketua Tim Kerja Produksi Tanaman Pangan Bidang Tanaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa luas tanam padi di Kabupaten Gunungkidul pada periode Agustus hingga Oktober 2026 mencapai 239,2 hektare. Berdasarkan data tersebut, panen padi diperkirakan masih berlangsung di sejumlah wilayah dalam beberapa bulan ke depan.
Keberhasilan panen di KT Hangudi Rejeki 1 menjadi contoh nyata usaha tani padi pada musim kemarau. Meskipun demikian, hasil di setiap lahan dapat bervariasi tergantung kondisi tanaman, ketersediaan air, dan pengelolaan budidaya. Keberhasilan ini sekaligus mengingatkan pentingnya pengelolaan usaha tani dan dukungan pengairan untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian.
Koordinasi antara petani, kelompok pengelola pengairan, penyuluh pertanian, dan pemerintah menjadi kunci mendukung kegiatan budidaya di lapangan. Di tengah musim kemarau, panen di Karangmojo menunjukkan upaya petani menjaga produksi pangan terus berjalan. Hasil yang diperoleh menjadi modal semangat menghadapi musim tanam berikutnya dan mempertahankan keberlanjutan pertanian di Gunungkidul.











