KIDUL.ID – YOGYAKARTA — Ketua Desa Wisata Tepus bersama satu orang anggota mendelegasikan kehadirannya untuk melanjutkan keikutsertaan pada hari kedua kegiatan Capacity Building UMKM Food dan Desa Wisata DIY 2026. Agenda strategis ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta di Grand Hotel De Djokja, Kota Yogyakarta.
Pada hari kedua pelatihan tersebut, para peserta disuguhkan materi mendalam mengenai Tata Kelola Desa Wisata Ramah Muslim. Materi ini mengupas tuntas seputar strategi pengelolaan destinasi wisata modern agar mampu menyajikan pelayanan yang nyaman, aman, serta inklusif bagi seluruh spektrum pelancong, khususnya segmentasi wisatawan Muslim.
Pokok bahasan materi mencakup standarisasi mutu pelayanan, pemenuhan fasilitas pendukung utama seperti ruang ibadah yang representatif dan jaminan kebersihan lingkungan, serta esensi peningkatan kualitas layanan. Tak hanya itu, peserta juga diajarkan menyusun indikator kinerja utama (Key Performance Index/KPI) sebagai instrumen monitoring pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan.
Melalui pelatihan intensif ini, para pengelola Desa Wisata Tepus diharapkan dapat segera mengimplementasikan ragam ilmu ilmiah dan pengalaman praktis yang diperoleh untuk mendongkrak kualitas tata kelola destinasi di Kalurahan Tepus.
Dengan sistem pengelolaan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan riil wisatawan, Desa Wisata Tepus diproyeksikan bakal semakin berdaya saing tinggi. Langkah ini sekaligus ditargetkan mampu memberikan dampak domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah pesisir Kalurahan Tepus.









