KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, menggelar agenda strategis Rembuk Stunting Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Balai Kalurahan Jurangjero pada Kamis (16/7/2026). Forum musyawarah ini digelar sebagai langkah konkrit dalam memetakan program prioritas pencegahan dan penanganan kasus tengkes (stunting) di tingkat lokal.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Panewu Ngawen yang diwakili oleh Kepala Jawatan Sosial, Fajar; Pendamping Desa; perwakilan Puskesmas Ngawen I; PKB Kapanewon Ngawen; Pamong Kalurahan Jurangjero; Babinsa dan Bhabinkamtibmas; Bamuskal; Tenaga Pendidik (Tendik) PAUD; Tim Pendamping Keluarga (TPK); Kader KPM; serta jajaran Kader Kesehatan desa setempat.
Dalam Rembuk Stunting tersebut, seluruh lintas sektoral secara partisipatif merumuskan, mengusulkan, dan menyepakati sejumlah poin program kerja yang akan didanai oleh anggaran tahun 2027 mendatang. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen konvergensi penurunan serta pencegahan stunting secara terpadu di wilayah Kalurahan Jurangjero.
Integrasi data dan program dari berbagai unsur—mulai dari pelayanan kesehatan puskesmas, peran kader di lapangan, hingga kesiapan infrastruktur sanitasi dan edukasi parenting di tingkat PAUD—diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang sehat. Dengan disepakatinya usulan tersebut, Pemerintah Kalurahan Jurangjero siap mengawal realisasi anggaran yang lebih berpihak pada peningkatan gizi dan kualitas tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.









