GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan tiga program pembangunan dan peningkatan infrastruktur Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul. Tiga program yang diresmikan meliputi rekonstruksi ruas Jalan Bogor–Pulutan (0315), peningkatan jaringan irigasi Bendung Pulutan, serta penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Peresmian dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Dandim 0730/Gunungkidul, Wakil Kapolres Gunungkidul, jajaran Koramil Playen dan Wonosari, Panewu Wonosari dan Panewu Playen, pamong kalurahan, serta perwakilan masyarakat.
Rekonstruksi Jalan Bogor–Pulutan
Rekonstruksi ruas Jalan Bogor–Pulutan (0315) menjadi salah satu program yang mendapat perhatian karena memiliki fungsi sebagai penghubung antarwilayah Kapanewon Playen dan Wonosari.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, rekonstruksi yang dikerjakan pada 2026 mencakup sepanjang 359 meter dengan anggaran sekitar Rp581 juta dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari jalan dengan panjang total sekitar 2,5 kilometer dan lebar standar jalan kabupaten 4 meter.
Jalan tersebut juga menjadi akses penting menuju SLB Negeri 2 Playen serta kawasan wisata Lembah Desa Pulutan. Sebelum penanganan, sebagian ruas jalan berada dalam kondisi rusak berat sepanjang 1,07 kilometer dan rusak ringan sekitar 0,8 kilometer.
Penanganan terhadap ruas yang belum direkonstruksi direncanakan dilakukan secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya.
Dalam sambutannya, Lurah Playen Surahno menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rekonstruksi tersebut. Ia berharap pembangunan jalan dapat dilanjutkan sehingga konektivitas antarwilayah semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Irigasi Bendung Pulutan Ditingkatkan
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Gunungkidul juga meresmikan peningkatan jaringan irigasi Bendung Pulutan.
Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Tahun Anggaran 2026 sekitar Rp99 juta. Peningkatan jaringan dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air dari bendung menuju lahan pertanian sekaligus mengurangi kebocoran pada saluran.
Dengan perbaikan tersebut, potensi cakupan layanan irigasi mencapai sekitar 52 hektare sawah. Pemkab menyebut peningkatan jaringan diharapkan dapat mendukung pola tanam petani sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan dapat semakin diperkuat.
Bagi masyarakat petani, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan budidaya pertanian. Ketersediaan air yang lebih optimal juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah Pulutan.
Penanganan RTLH di Pulutan
Program ketiga yang menjadi bagian dari peresmian adalah penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan bantuan rehabilitasi RTLH untuk 256 unit rumah yang tersebar di 53 kalurahan pada 18 kapanewon. Setiap unit mendapatkan stimulus sebesar Rp20 juta dari pemerintah kabupaten, yang dipadukan dengan swadaya masyarakat.
Dalam kegiatan di Pulutan, Bupati Gunungkidul berkesempatan melihat hasil penanganan RTLH milik Ponijan, warga Dusun Pulutan RT 1 RW 1, Kalurahan Pulutan. Rumah tersebut menjadi salah satu penerima manfaat yang diresmikan secara simbolis.
Program RTLH diharapkan membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sehingga rumah menjadi lebih layak dan aman untuk dihuni.
Bupati Tekankan Manfaat Infrastruktur
Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari selesainya pekerjaan fisik.
Menurutnya, setiap pembangunan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Infrastruktur jalan diharapkan memperlancar konektivitas dan aktivitas warga, jaringan irigasi mendukung pertanian dan ketahanan pangan, sementara penanganan RTLH diarahkan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya sekadar selesai pengerjaannya atau sekadar berdiri, tetapi yang paling penting adalah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.”
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Ia berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peresmian dan Peninjauan Lapangan
Usai penyampaian arahan, peresmian ruas Jalan Bogor–Pulutan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Gunungkidul.
Rombongan kemudian melakukan peninjauan ke rumah Ponijan di Kalurahan Pulutan untuk melihat hasil penanganan RTLH. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi Bendung Pulutan untuk melihat secara langsung hasil peningkatan jaringan irigasi.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Gunungkidul menghadirkan pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari konektivitas, pertanian, hingga kualitas hunian.
Pemerintah Kalurahan Pulutan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.
Tiga program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Rekonstruksi jalan mendukung mobilitas dan konektivitas, peningkatan irigasi membantu kebutuhan pertanian, sedangkan penanganan RTLH memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian warga.
Dengan sinergi pemerintah daerah, kapanewon, kalurahan, lembaga, dan masyarakat, pembangunan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi terus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Gunungkidul.









