Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Artikel PilihanPertanian

Luweng di Gebluk Direvitalisasi, Pemkab Gunungkidul Tekan Risiko Banjir dan Pulihkan Lahan Pertanian

nuun.std
×

Luweng di Gebluk Direvitalisasi, Pemkab Gunungkidul Tekan Risiko Banjir dan Pulihkan Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Luweng di Gebluk Direvitalisasi, Pemkab Gunungkidul Tekan Risiko Banjir dan Pulihkan Lahan Pertanian
Dokumentasi Pemkab Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan monitoring revitalisasi saluran pembuangan air bawah tanah atau luweng di Padukuhan Gebluk, Kalurahan Kenteng, Selasa (15/9/2026).

Peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Bupati Gunungkidul tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi risiko dan dampak banjir akibat tersumbatnya saluran pembuangan air hujan.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Dalam pemantauan di lokasi, Kepala Dinas PUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan galian luweng yang pada tahun-tahun sebelumnya tertutup lapisan tanah dan tumpukan sampah.

Kondisi tersebut menyebabkan saluran luweng tidak berfungsi optimal dan menjadi salah satu pemicu tidak lancarnya aliran air hujan di Padukuhan Gebluk. Pada masa lalu, kondisi itu bahkan sempat menyebabkan genangan hingga merendam sejumlah rumah warga.

“Proyek revitalisasi di Gebluk ini merupakan kegiatan penanganan luweng kedua yang dilaksanakan oleh Dinas PU Kabupaten Gunungkidul, melanjutkan keberhasilan penanganan luweng di Bintaos yang terbukti efektif mengurangi dampak banjir,” kata Rakhmadian seusai peninjauan.

Selain di Gebluk, Dinas PU Kabupaten Gunungkidul pada tahun ini juga menangani lima titik luweng di wilayah Tambakromo. Pemerintah daerah juga mengalokasikan penanganan luweng di wilayah Semugih, Rongkop melalui APBD Perubahan.

Sementara itu, Lurah Kenteng, Citra Wijaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Gunungkidul beserta jajaran pemerintah daerah atas terealisasinya revitalisasi luweng di Padukuhan Gebluk.

Ia menjelaskan, sebelum proyek tersebut terealisasi, luapan air hujan akibat saluran yang tersumbat kerap menggenangi kawasan tersebut. Kondisi itu berdampak pada lahan pertanian warga yang tidak dapat ditanami tanaman pangan.

Selain mengganggu aktivitas pertanian, genangan air hujan sebelumnya juga meluap hingga kawasan padukuhan dan merendam permukiman warga.

Dengan kembali berfungsinya saluran luweng, pemerintah kalurahan dan masyarakat berharap kondisi tersebut dapat menjadi langkah awal pemulihan lahan pertanian. Pada tahun depan, lahan pertanian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani diharapkan sudah dapat kembali ditanami tanaman palawija.

“Warga yang tinggal di sekitar kawasan telaga kini dapat merasa tenang dan tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir akan ancaman banjir saat hujan deras turun,” pungkas Lurah Kenteng.

Revitalisasi luweng tersebut diharapkan tidak hanya membantu memperlancar aliran air hujan dan mengurangi risiko genangan, tetapi juga mendukung pemulihan aktivitas pertanian masyarakat di Padukuhan Gebluk.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget