KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, melaksanakan aksi nyata dalam upaya validasi data kemiskinan dan penegakan transparansi penyaluran bantuan sosial. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan monitoring sekaligus penempelan stiker penanda bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kegiatan terpadu ini melibatkan seluruh jajaran unsur pemerintahan. Mulai dari Pamong Kalurahan yang diwakili Kamituwa Tancep, Haryana; perwakilan Kapanewon Ngawen yang dihadiri Kepala Jawatan Sosial, Fajar Nugroho; seluruh Dukuh; pengurus Pokja PKH; hingga pengurus RT/RW setempat. Prosesi penempelan dilakukan secara door-to-door ke rumah warga setelah sebelumnya dilakukan koordinasi intensif guna menyamakan persepsi.
Lurah Tancep, Yudianto, menegaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pemasangan Stiker Tahap Kedua Keluarga Miskin/Pra Sejahtera Penerima Bantuan Sosial di Kabupaten Gunungkidul. Stiker tersebut berfungsi sebagai identifikasi visual agar program perlindungan sosial tepat sasaran.
“Pemasangan stiker ini adalah dawuh dari Ibu Bupati Gunungkidul sebagai instrumen identifikasi. Kami mengimbau dengan sangat agar KPM tidak melepas atau merusak stiker penanda tersebut. Berdasarkan regulasi, pelepasan stiker secara sepihak dapat menjadi dasar bagi penghapusan kepesertaan bansos,” tegas Yudianto.
Labelisasi Picu Kesadaran Graduasi Mandiri
Hingga berita ini diturunkan, progres pemasangan stiker di wilayah target dinyatakan telah mencapai 100 persen rampung. Menariknya, langkah labelisasi ini memicu dampak psikologis yang sangat positif di tengah masyarakat.
Tercatat, beberapa warga penerima bantuan secara sukarela menyatakan diri telah mampu (sejahtera) dan memilih untuk mengundurkan diri atau melakukan graduasi mandiri dari daftar penerima manfaat. Efek kejut dari stikerisasi ini terbukti efektif mendorong kejujuran serta kemandirian ekonomi warga secara psikologis.
Pemerintah Kalurahan Tancep berharap, dengan selesainya pemasangan stiker yang berbasis data by name by address (BNBA) penerima bansos PKH ini, keadilan sosial dapat lebih terwujud. Ke depan, data kemiskinan di wilayah Tancep diharapkan menjadi jauh lebih valid, akurat, dan dinamis.









