Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Artikel PilihanWarta Kidul

Pemkab Gunungkidul dan TNI Salurkan 16 Tangki Air Bersih ke Sumbergiri Ponjong

nuun.std
×

Pemkab Gunungkidul dan TNI Salurkan 16 Tangki Air Bersih ke Sumbergiri Ponjong

Sebarkan artikel ini
Pemkab Gunungkidul dan TNI Salurkan 16 Tangki Air Bersih ke Sumbergiri Ponjong

GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Kodim 0730/Gunungkidul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Selasa (29/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menyasar tiga padukuhan yang mengalami krisis air bersih, termasuk wilayah Bendogede dan Jarak.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Krisis air bersih di wilayah tersebut dipicu oleh menurunnya debit aliran air PDAM yang bersumber dari Gua Gilap. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air ke rumah-rumah warga mengecil dan dalam sejumlah waktu mengalami penghentian aliran.

Kondisi semakin menyulitkan karena tidak terdapat sumber mata air alami di sekitar permukiman serta distribusi jaringan pipa yang belum merata. Bagi warga, keterbatasan pasokan tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air sehari-hari menjadi persoalan tersendiri.

Suwarno, warga Bendogede, mengatakan masyarakat mengalami kesulitan apabila harus mengambil atau memikul air dari lokasi yang cukup jauh.

Dampak berkurangnya pasokan air tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menyentuh berbagai aktivitas warga, mulai dari kebutuhan minum dan memasak, sanitasi, hingga penyediaan pakan dan air untuk ternak sapi.

“Kelangkaan air bersih sempat menyulitkan warga saat penyelenggaraan acara hajatan juga. Terima kasih juga kepada Pemkab atas perhatiannya untuk warga,” ujar Suwarno.

16 Tangki Air Bersih Disalurkan

Sebagai bagian dari penanganan kondisi tersebut, tim gabungan mengirimkan 16 tangki air bersih pada hari pelaksanaan bakti sosial. Jumlah tersebut melengkapi delapan tangki yang telah disalurkan sebelumnya.

Penyaluran air bersih tersebut turut didampingi Bupati Gunungkidul, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, serta Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul.

Selain distribusi air menggunakan tangki, Bupati Gunungkidul juga menginstruksikan penyediaan tempat penampungan air umum di sejumlah lokasi strategis.

Tempat penampungan tersebut antara lain diarahkan berada di sekitar balai padukuhan, masjid, dan perempatan jalan sehingga masyarakat dapat mengakses air dengan lebih mudah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperpendek jarak pengambilan air sekaligus memudahkan distribusi kepada warga yang membutuhkan.

TNI Siapkan Solusi Jangka Panjang

Selain penanganan darurat melalui distribusi air bersih, upaya mencari sumber air untuk kebutuhan jangka panjang juga dilakukan.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan menyampaikan bahwa TNI turut mengupayakan pencarian sumber air bawah tanah, termasuk melalui pembuatan sumur bor.

Menurutnya, upaya tersebut sebelumnya telah menemukan sumber air di wilayah Panggang pada kedalaman sekitar 9 meter. Selain itu, potensi sumber air bawah tanah juga terus dikaji, termasuk potensi sungai bawah tanah seperti Gua Bribin serta sejumlah titik potensial lainnya di wilayah Girisubo.

“Program tersebut telah berhasil menemukan sumber air di wilayah Panggang pada kedalaman 9 meter, serta mengkaji potensi sungai bawah tanah seperti Gua Bribin dan titik potensial baru di wilayah Girisubo,” kata Alfian.

Upaya pencarian sumber air tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat, sehingga penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan distribusi air tangki ketika terjadi krisis.

Kemarau Masih Perlu Diwaspadai

Kegiatan bakti sosial penanganan kekeringan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI pada 5 Oktober dan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.

Kondisi kekeringan masih menjadi perhatian karena wilayah DIY pada akhir September 2026 masih berada dalam periode musim kemarau. BMKG Stasiun Klimatologi DIY pada 29 September 2026 menyebut seluruh wilayah DIY telah memasuki musim kemarau, dengan kondisi ENSO atau El Niño berada pada kategori sangat kuat dan diprediksi bertahan hingga awal 2027. BMKG juga meminta kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan ditingkatkan, khususnya pada September–Oktober 2026.

Sebelumnya, BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau pada September 2026. Kondisi atmosfer yang relatif kering meningkatkan potensi kekeringan dan kebakaran, sehingga masyarakat diimbau menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat Gunungkidul diimbau menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun sampah selama kondisi kering masih berlangsung.

Penyaluran bantuan air bersih di Sumbergiri diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi bagian dari upaya penanganan kekeringan yang dilakukan secara bertahap, baik melalui langkah darurat maupun pencarian sumber air untuk kebutuhan jangka panjang.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget