KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses pada Minggu (9/8/2026). Dalam ajang bergengsi ini, klub lokal Segara Gunungkidul berhasil mengukuhkan diri sebagai Juara Umum Pertama kategori standar setelah mendominasi raihan medali dengan memboyong 9 emas, 5 perak, dan 5 perunggu.
Posisi kedua diraih oleh klub Jepara Rolling dengan koleksi 7 emas dan 2 perunggu, disusul klub NSB di peringkat ketiga yang mengantongi 6 emas dan 1 perunggu.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutan penutupannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, pelatih, wasit, serta para orang tua atlet yang telah mendukung kelancaran kejuaraan ini. Bupati juga menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir saat seremoni pembukaan di Pantai Sepanjang akibat menghadiri Sidang Paripurna Pengantar APBD Perubahan.
Ia menekankan bahwa ajang ini diselenggarakan sebagai ruang pembentukan karakter, mental juara, dan kedisiplinan para atlet usia muda.
“Kejuaraan ini menjadi bagian sejarah besar bagi Kabupaten Gunungkidul. Meskipun dengan keterbatasan fasilitas, hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak kita untuk berprestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” tegas Bupati mengutip pesan Proklamator Bung Karno.
Usung Konsep Sport Tourism di Dua Lokasi
Penyelenggaraan Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 tampil beda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berlangsung selama tiga hari pada 7–9 Agustus 2026, kompetisi ini digelar di dua lokasi strategis, yakni kawasan Pantai Sepanjang dan lintasan sepatu roda Logandeng (Parkir Pasar Hewan Siyono).
Penerapan dua lokasi ini merupakan hasil kolaborasi bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Ekonomi Kreatif (Disparporaekraf) Kabupaten Gunungkidul guna mengusung konsep Sport Tourism, yakni memadukan kejuaraan olahraga sekaligus mempromosikan destinasi wisata pantai kepada peserta dan pengunjung luar daerah.
Ketua Panitia Penyelenggara, Tri Suwarno, melaporkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 459 atlet yang berasal dari 8 provinsi, di antaranya Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan (Makassar), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, dan DIY.
Meskipun jumlah peserta mengalami sedikit penurunan dibanding edisi 2025 akibat padatnya kalender kejuaraan nasional, seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan aman, tertib, serta mendapat dukungan penuh dari Pokdarwis lokal dan para sponsor.
Rangkaian acara penutupan ditutup secara meriah melalui pertunjukan seni tari “Penthul Tembem” yang dibawakan secara atraktif oleh para atlet cilik Segara Gunungkidul di atas sepatu roda.











