KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kalurahan Tepus berkomitmen mewujudkan tata kelola pembangunan desa yang lebih adil dan merata. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Pangripta Kalurahan Tepus, Bayu Susilo, dalam Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Tingkat Kalurahan yang digelar oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul.
Pelatihan strategis ini dirancang untuk mendongkrak kapasitas dan pemahaman para penyusun program desa dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam dokumen perencanaan maupun alokasi anggaran kalurahan.
Hadir sebagai narasumber utama, Amin Nurohmah, M.Sc., membedah secara mendalam konsep dasar kesetaraan dan keadilan gender, hingga strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan. Dalam paparannya, Amin menekankan perbedaan mendasar antara jenis kelamin (seks) yang bersifat biologis kodrati, dengan gender yang merupakan konstruksi sosial budaya.
Pembangunan yang responsif gender bertujuan memastikan seluruh elemen masyarakat—baik laki-laki maupun perempuan—memiliki akses, partisipasi, kontrol, hingga manfaat yang setara terhadap hasil-hasil pembangunan. Selain itu, kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, warga miskin, dan kelompok marginal dipastikan tidak terpinggirkan.
Penyusunan Instumen GAP dan GAB untuk Anggaran Inklusif
Workshop ini membedah landasan hukum PUG, mulai dari regulasi nasional hingga Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.
Guna menerjemahkan teori ke dalam praktik, para peserta dibekali teknik penyusunan dua instrumen kunci, yakni Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Action Budget (GAB). Kedua instrumen ini menjadi alat analisis vital untuk melacak serta mengalokasikan anggaran program desa agar tepat sasaran menjawab kebutuhan riil lapangan.
Melalui keikutsertaan Bayu Susilo dalam pelatihan PPRG ini, Pemerintah Kalurahan Tepus optimistis dapat melahirkan dokumen perencanaan pembangunan yang semakin partisipatif, akuntabel, inklusif, dan responsif gender demi kemajuan seluruh lapisan warga Tepus tanpa terkecuali.









