KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Sebanyak 43 pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali menerima penghargaan tertinggi dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul. Apresiasi prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam momentum peringatan Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2026 yang digelar khidmat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, pada Jumat (17/7/2026).
Agenda ini digelar sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan konsistensi luar biasa para pendonor yang secara rutin menyumbangkan darahnya selama bertahun-tahun demi misi kemanusiaan. Selain dihadiri oleh jajaran teras PMI, acara ini turut dipadati oleh ratusan pendonor, relawan, serta tamu undangan lintas sektor.
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan wujud apresiasi mendalam kepada para pejuang kemanusiaan yang telah menunjukkan kepedulian tanpa pamrih.
“Para pendonor darah sukarela adalah fondasi utama dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Meskipun sering kali tidak saling mengenal dengan penerima donor, jasa mereka telah menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Sunyoto.
Wujud Nyata Cinta Kasih dan Harapan Hidup
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Joko Parwoto membacakan sambutan tertulis Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Bupati menyampaikan bahwa apresiasi kepada puluhan pendonor yang telah mencapai angka 50 kali donor ini merupakan momentum yang sarat akan makna kemanusiaan universal.
Selaras dengan tema Hari Donor Darah Sedunia 2026, yakni “One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives”, setiap tetes darah yang disumbangkan bukan sekadar bantuan medis biasa, melainkan simbol cinta kasih, harapan, dan kepedulian mendalam.
“Setiap tetes darah yang bapak dan ibu berikan bukan sekadar cairan biologis, melainkan wujud nyata dari cinta kasih dan harapan bagi sesama manusia yang sedang berjuang menyambung hidup. Bapak dan ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa di zaman modern ini,” sebut Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Dukungan senada juga datang dari Ketua PMI DIY, Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Prabukusumo. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendonor di Gunungkidul yang dinilai sebagai pahlawan kehidupan sejati karena menunjukkan konsistensi selama lebih dari satu dekade. Gusti Prabu berharap para penerima penghargaan ini dapat menjadi duta donor darah di lingkungan masing-masing demi memotivasi generasi muda dan menjaga stabilitas stok darah daerah.
Donor Darah Sebagai Sedekah dan Investasi Kesehatan
Rasa syukur dan bangga terpancar dari salah satu perwakilan pendonor penerima penghargaan, Agus Mantara. Ia mengaku tidak pernah menyangka aktivitas sosial yang dirintisnya sejak lama akan mendapatkan apresiasi resmi dari pemerintah dan PMI.
Bagi Agus, mendonorkan darah secara rutin memiliki fungsi ganda yang sangat menguntungkan. Selain menjadi sarana menolong sesama yang membutuhkan, donor darah juga menjadi instrumen investasi kesehatan pribadi karena kondisi tubuh dipantau secara berkala oleh petugas medis setiap kali hendak mendonor.
“Donor darah adalah sedekah yang sangat berharga. Selain menjaga kesehatan diri sendiri, kita juga berkesempatan menyelamatkan nyawa orang lain. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat sehari-hari,” tutur Agus mantap.











