KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Dalam upaya memperkuat persatuan serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama. Agenda strategis ini dipusatkan di Balai Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Kerja Penanganan Konflik Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Basirahayu, S.IP., M.AP., serta dua anggota Komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul, Supriyani Astuti dan Maryati. Forum dialogis ini juga diikuti dengan antusias oleh jajaran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta berbagai unsur kelembagaan di Kalurahan Kedungpoh.
Dalam sambutannya, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama merupakan salah satu pilar fundamental dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang budaya hendaknya dikelola menjadi modal sosial untuk saling menghargai, bukan menjadi pemicu perpecahan. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin matang dalam menjaga toleransi, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan setiap potensi gesekan secara damai.
DPRD Paparkan Tupoksi dan Serap Aspirasi Warga
Pada kesempatan yang sama, srikandi Komisi A DPRD Gunungkidul, Supriyani Astuti dan Maryati, berkesempatan memaparkan materi mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lembaga legislatif. Keduanya menjelaskan secara gamblang tiga fungsi utama DPRD, yaitu fungsi legislasi dalam pembentukan peraturan daerah, fungsi anggaran dalam pembahasan dan persetujuan APBD, serta fungsi pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan daerah.
Lebih dari itu, kehadiran anggota dewan ini juga difungsikan sebagai jembatan langsung untuk menyerap ragam aspirasi masyarakat agar arah kebijakan pembangunan daerah ke depan berjalan linier dengan kebutuhan riil di tingkat bawah.
Terkait materi kerukunan, narasumber menekankan krusialnya membangun sikap saling menghormati dan menjaga saluran komunikasi yang sehat antarumat beragama. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan dinilai sangat strategis sebagai role model yang mampu memberikan teladan riil serta menyuntikkan semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing agar suasana tetap aman, damai, dan kondusif.
Sepanjang sesi, para peserta mengikuti kegiatan dengan interaktif dan aktif berdiskusi mengenai berbagai formulasi taktis untuk memelihara kedamaian di tengah masyarakat. Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, legislatif, dan elemen akar rumput ini, seluruh masyarakat Kalurahan Kedungpoh berkomitmen untuk terus merawat tali silaturahmi sebagai modal utama dalam menyukseskan pembangunan daerah.









