Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Ragam

Doa Agar Dipermudah Segala Urusan, Cepat Selesai, dan Penuh Berkah

nuun.std
×

Doa Agar Dipermudah Segala Urusan, Cepat Selesai, dan Penuh Berkah

Sebarkan artikel ini
Doa Agar Dipermudah Segala Urusan, Cepat Selesai, dan Penuh Berkah

KIDUL.ID — Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari berbagai tantangan, tanggung jawab, dan persoalan. Urusan pekerjaan, pendidikan, keluarga, keuangan, hingga berbagai keperluan lainnya terkadang menghadirkan kesulitan yang tidak mudah diselesaikan.

Bagi umat Islam, menghadapi kesulitan tidak hanya dilakukan dengan ikhtiar, tetapi juga dengan berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Doa menjadi bentuk penghambaan sekaligus permohonan agar Allah memberikan kemudahan, petunjuk, kekuatan, dan jalan keluar yang terbaik.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Ada sejumlah doa dari Al-Qur’an dan hadis yang dapat diamalkan ketika seseorang menghadapi urusan yang terasa berat.

Doa Mohon Kemudahan Urusan Nabi Musa AS

Salah satu doa yang sangat dikenal untuk memohon kelapangan dan kemudahan adalah doa Nabi Musa AS dalam QS Thaha ayat 25–28. Doa tersebut dipanjatkan ketika Nabi Musa AS memohon kepada Allah agar diberi kelapangan dada, kemudahan dalam menjalankan tugas, serta kemampuan menyampaikan perkataan dengan baik.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbi ishrah lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul ‘uqdatan min lisānī, yafqahū qawlī.

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

Doa ini dapat menjadi salah satu bacaan ketika seseorang menghadapi tugas, pekerjaan, komunikasi penting, atau urusan lain yang membutuhkan kelapangan dan kemudahan.

Doa Agar Kesulitan Menjadi Mudah

Ada pula doa yang dinukil dalam Sahih Ibnu Hibban:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Latin: Allāhumma lā sahla illā mā ja‘altahū sahlā, wa anta taj‘alul-ḥazna idzā syi’ta sahlā.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan kesulitan, jika Engkau kehendaki, menjadi mudah.”

Doa ini secara langsung berisi permohonan kepada Allah agar sesuatu yang sulit menjadi mudah. Karena itu, bacaan tersebut dapat diamalkan ketika seseorang sedang menghadapi pekerjaan atau persoalan yang terasa berat.

Doa Memohon Rahmat dan Petunjuk dalam Menghadapi Urusan

Doa lainnya terdapat dalam QS Al-Kahfi ayat 10:

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: Rabbanā ātinā mil ladunka raḥmatan wa hayyi’ lanā min amrinā rasyadā.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”

Ayat tersebut merupakan doa Ashabul Kahfi ketika mereka memohon rahmat dan petunjuk Allah dalam menghadapi keadaan yang mereka alami. Karena konteksnya demikian, doa ini lebih tepat dipahami sebagai permohonan rahmat dan petunjuk dalam menghadapi suatu keadaan, bukan sebagai bacaan khusus yang menjamin semua urusan segera selesai.

Amalan untuk Mengiringi Doa

Doa sebaiknya tidak dipisahkan dari ikhtiar. Ketika menghadapi persoalan, seorang Muslim dapat berusaha menyelesaikan masalah sesuai kemampuan sembari memohon pertolongan Allah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memperbanyak Istighfar

Istighfar merupakan salah satu bentuk zikir dan permohonan ampun kepada Allah. Membaca Astaghfirullah dapat menjadi bagian dari amalan sehari-hari sekaligus mengingatkan seseorang untuk memperbaiki diri.

Namun, sebaiknya tidak menyatakan bahwa jumlah istighfar tertentu secara otomatis menjamin suatu urusan akan segera selesai. Hasil dan pertolongan tetap berada dalam kehendak Allah.

2. Menjaga Salat Wajib

Salat merupakan kewajiban utama dalam Islam. Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim dapat menjadikan ibadah dan doa sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah.

Selain menjalankan salat wajib, seseorang dapat memperbanyak ibadah sunnah sesuai kemampuan.

3. Berdoa dengan Khusyuk

Doa dapat disampaikan menggunakan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis maupun dengan bahasa sendiri selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Yang terpenting adalah memohon kepada Allah dengan penuh ketundukan sekaligus tetap melakukan usaha nyata untuk menyelesaikan persoalan.

4. Bersedekah dan Membantu Sesama

Sedekah merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang dianjurkan dalam Islam. Bersedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan, tanpa menjadikannya sebagai transaksi untuk memastikan suatu urusan pasti mendapatkan hasil tertentu.

5. Tetap Berikhtiar dan Bertawakal

Doa dan usaha sebaiknya berjalan bersama. Seseorang tetap perlu mencari solusi, menyusun langkah yang diperlukan, meminta bantuan ketika dibutuhkan, dan kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

Kapan Doa Kemudahan Urusan Bisa Dibaca?

Doa-doa tersebut dapat dibaca ketika seseorang sedang menghadapi berbagai keadaan yang membutuhkan pertolongan dan petunjuk Allah, misalnya:

  • sebelum memulai pekerjaan;
  • ketika menghadapi tugas yang berat;
  • sebelum melakukan perjalanan;
  • ketika menghadapi persoalan keluarga;
  • saat menghadapi urusan pendidikan;
  • ketika hendak melakukan pekerjaan atau keputusan penting; dan
  • ketika merasa menghadapi kesulitan dan membutuhkan ketenangan.

Tidak ada jaminan bahwa membaca doa tertentu akan membuat suatu persoalan selesai sesuai waktu yang diinginkan. Dalam ajaran Islam, seorang Muslim dianjurkan untuk berdoa, berusaha, bersabar, dan bertawakal kepada Allah.

Kesimpulan

Doa agar dipermudah segala urusan dapat diambil dari sejumlah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Di antaranya adalah doa Nabi Musa AS dalam QS Thaha ayat 25–28 yang memohon kelapangan dada dan kemudahan urusan, serta doa Allahumma la sahla illa ma ja‘altahu sahla yang dinukil dalam Sahih Ibnu Hibban.

Sementara itu, doa dalam QS Al-Kahfi ayat 10 merupakan doa Ashabul Kahfi untuk memohon rahmat dan petunjuk Allah dalam menghadapi keadaan mereka.

Mengamalkan doa hendaknya disertai ikhtiar, ibadah, kesabaran, dan tawakal. Kemudahan yang diberikan Allah tidak selalu berarti persoalan langsung selesai, tetapi dapat pula hadir dalam bentuk petunjuk, kekuatan, ketenangan, atau jalan keluar yang terbaik.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget