KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di SMA Negeri 2 Wonosari, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan guna membentengi para siswa sebagai “permata” daerah dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba serta penyebaran paham radikalisme sejak dini.
Dalam pengarahan di hadapan ratusan siswa-siswi, pimpinan daerah yang hadir menegaskan bahwa narkotika merupakan musuh nyata yang sanggup merusak kreativitas serta memutus masa depan generasi muda. Para pelajar diimbau untuk membina kepribadian yang tangguh dan berani menolak tegas ajakan negatif, termasuk yang bersumber dari lingkaran teman dekat.
Selain bahaya narkoba, sosialisasi ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme yang kerap ditandai dengan memudarnya rasa nasionalisme, seperti enggan menyanyikan lagu kebangsaan.
“Lagu Indonesia Raya adalah doa. Di dalamnya terdapat ajaran untuk mendoakan kebahagiaan dan keselamatan seluruh rakyat, putra-putri bangsa, hingga kekayaan alam Indonesia,” tegasnya saat menguraikan makna mendalam lagu kebangsaan tiga stanza.
Tekankan Adab Digital dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Menyikapi perkembangan teknologi informasi, para siswa diingatkan untuk tidak terjebak menjadi konsumen pasif konten media sosial yang tidak produktif. Prinsip “saring sebelum sharing” dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran disinformasi dan berita bohong di ruang digital.
Pesan moral juga disampaikan terkait pentingnya menjaga adab, karakter, serta kedisiplinan diri agar Generasi Z tidak tumbuh menjadi pribadi yang rapuh maupun pasif dalam bertindak.
Sebagai pemicu semangat, pimpinan daerah membagikan rekam jejak perjuangan hidupnya yang sempat menunda pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Setelah bekerja selama delapan tahun dengan gaji awal Rp50.000 dan berjuang menabung, dirinya baru dapat melanjutkan studi ke jenjang D3 hingga S1.
“Ilmu membuat hidup menjadi mudah, agama membuat hidup menjadi terarah, dan seni membuat hidup menjadi indah,” pukasnya menutup sesi motivasi sembari mengajak siswa berani bermimpi setinggi langit.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi P4GN ini, SMAN 2 Wonosari diharapkan semakin kokoh menjadi benteng edukasi yang mencetak generasi unggul, berkarakter, serta bersih dari pengaruh narkoba dan radikalisme.











