Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Ragam

Doa Agar Tidak Hujan Lengkap Beserta Artinya

nuun.std
×

Doa Agar Tidak Hujan Lengkap Beserta Artinya

Sebarkan artikel ini
Doa Agar Tidak Hujan Lengkap Beserta Artinya

Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT. Namun, ketika hujan turun sangat deras hingga berpotensi menyebabkan banjir, jalan terputus, rumah rusak, atau aktivitas masyarakat terganggu, umat Islam diperbolehkan memohon kepada Allah agar hujan dialihkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan.

Dalam ajaran Islam, bukan berarti seseorang dianjurkan membenci atau mencela hujan. Rasulullah SAW justru mengajarkan doa ketika hujan turun berlebihan agar air hujan berada di sekitar wilayah yang membutuhkan, bukan di tempat yang dapat menimbulkan mudarat.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Doa Agar Hujan Tidak Turun di Suatu Wilayah

Tidak terdapat doa khusus dalam Al-Qur’an yang secara umum disebut sebagai “doa agar tidak hujan”. Namun, terdapat doa yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika hujan turun sangat deras dan menyebabkan kesulitan bagi masyarakat Madinah.

Lafaz doanya adalah:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin:

Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā, Allāhumma ‘alal-ākāmi waẓ-ẓirābi, wa buṭūnil-awdiyati, wa manābitisy-syajar.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sahih Bukhari. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW memohon agar hujan tidak lagi turun tepat di atas Madinah, melainkan di daerah sekitarnya. Setelah itu, awan berpencar dari wilayah Madinah sementara hujan tetap turun di daerah sekitarnya.

Doa Singkat Ketika Hujan Terlalu Deras

Jika ingin mengamalkan bentuk yang lebih singkat, dapat membaca:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Latin: Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami.”

Lafaz singkat inilah yang secara langsung disebut dalam riwayat Sahih Bukhari ketika masyarakat meminta Rasulullah SAW berdoa agar hujan yang terus-menerus dihentikan dari wilayah Madinah.

Sebab Rasulullah SAW Membaca Doa Pengalihan Hujan

Dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik, pada suatu Jumat seorang laki-laki meminta Rasulullah SAW berdoa agar Allah menurunkan hujan karena sebelumnya terjadi kekeringan.

Rasulullah SAW kemudian berdoa. Hujan pun turun dengan deras dan berlangsung hingga Jumat berikutnya. Karena hujan yang terus turun menyebabkan rumah-rumah dan jalan mengalami masalah, seorang laki-laki kembali meminta Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar hujan dihentikan.

Rasulullah SAW kemudian mengucapkan:

“Allahumma hawalaina wa la ‘alaina.”

Anas bin Malik kemudian menyaksikan awan berpencar ke kanan dan kiri Madinah. Hujan tetap turun di sekitar Madinah, tetapi tidak lagi turun di wilayah kota tersebut.

Dari riwayat ini, doa tersebut lebih tepat dipahami sebagai doa untuk mengalihkan hujan dari wilayah yang terdampak, bukan permohonan agar hujan hilang atau tidak turun sama sekali.

Apakah Boleh Berdoa Agar Hujan Berhenti?

Pada dasarnya, berdoa kepada Allah dalam menghadapi hujan yang menimbulkan kesulitan adalah hal yang diperbolehkan. Bahkan terdapat contoh langsung dari Rasulullah SAW ketika hujan yang terus-menerus menimbulkan mudarat bagi masyarakat.

Namun, redaksi doa yang sesuai sunnah menunjukkan sikap yang lebih tepat: memohon agar hujan dialihkan, bukan mencela hujan sebagai sesuatu yang buruk.

Hujan tetap merupakan bagian dari nikmat Allah. Yang dimohonkan adalah agar turunnya hujan tidak menyebabkan kerusakan dan bahaya bagi manusia.

Doa Saat Hujan Turun

Ketika hujan turun secara normal dan tidak membahayakan, umat Islam dianjurkan untuk berdoa dan memohon keberkahan. Salah satu doa yang masyhur adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin: Allāhumma ṣayyiban nāfi‘an.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

Dengan demikian, sikap seorang Muslim terhadap hujan bukan sekadar ingin menghentikannya, tetapi memohon agar hujan yang turun memberikan manfaat dan tidak menimbulkan bahaya.

Bacaan Saat Mendengar Petir

Ketika mendengar suara petir, terdapat bacaan yang dikenal dari atsar Abdullah bin az-Zubair:

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

Latin: Subḥānal-ladzī yusabbiḥur-ra‘du biḥamdihī wal-malā’ikatu min khīfatih.

Artinya: “Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.”

Catatan penting: bacaan ini sebaiknya tidak disebut sebagai doa yang secara langsung diajarkan Nabi Muhammad SAW, karena riwayat yang menjadi dasar ucapan tersebut berasal dari Abdullah bin az-Zubair.

Amalan Saat Hujan Deras dan Cuaca Buruk

Selain berdoa, umat Islam tetap dianjurkan melakukan ikhtiar ketika hujan berpotensi menimbulkan bahaya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membaca doa pengalihan hujan, yaitu Allahumma hawalaina wa la ‘alaina, ketika hujan turun berlebihan dan menimbulkan kesulitan.
  • Tidak mencela atau mengutuk hujan, karena hujan merupakan bagian dari ketetapan dan nikmat Allah.
  • Memperbanyak doa ketika hujan, karena terdapat riwayat yang menyebut waktu hujan sebagai salah satu waktu yang diharapkan terkabulnya doa. Namun, status riwayat tentang hal ini perlu dibedakan dari hadis-hadis sahih yang secara eksplisit membahas doa pengalihan hujan.
  • Menjaga keselamatan, misalnya menghindari daerah yang rawan banjir, longsor, pohon tumbang, atau sambaran petir.
  • Melakukan ikhtiar pencegahan, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan tidak berada di lokasi yang berisiko ketika kondisi cuaca memburuk.

Kesimpulan

Doa agar tidak hujan yang memiliki dasar dari sunnah bukanlah doa untuk menolak hujan secara mutlak. Doa yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Allāhumma ḥawālainā wa lā ‘alainā.

Artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami.”

Doa ini dibaca ketika hujan turun sangat deras atau terus-menerus hingga menimbulkan kesulitan. Rasulullah SAW memohon agar hujan dialihkan ke daerah sekitar seperti bukit, lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Karena itu, ketika menghadapi hujan deras, umat Islam dapat memadukan doa, tawakal, dan ikhtiar keselamatan. Hujan tidak perlu dicela, tetapi dampak buruknya dapat dihindari dengan memohon perlindungan kepada Allah sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget