GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID — Inter Milan akan menjamu Udinese pada Matchday 4 Serie A 2026/2027 di Stadio Giuseppe Meazza, Senin, 14 September 2026.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 18.45 waktu Italia atau 23.45 WIB. Duel ini menjadi kesempatan bagi Inter untuk mempertahankan start sempurna sekaligus melanjutkan tren positif di hadapan pendukung sendiri.
Inter datang dengan modal tiga kemenangan dari tiga pertandingan Serie A. Nerazzurri mengalahkan Monza 4-1 pada laga pembuka, menang 1-0 di markas Cagliari, kemudian melakukan comeback luar biasa untuk mengalahkan Napoli 3-2 di San Siro.
Kemenangan atas Napoli menjadi bukti karakter Inter di bawah Cristian Chivu. Sempat tertinggal 0-2 setelah gol Matteo Politano dan Rasmus Højlund, Inter bangkit melalui dua gol Lautaro Martínez dan satu gol Marcus Thuram. Lautaro bahkan mencetak gol kemenangan pada menit ke-91.
Di sisi lain, Udinese juga belum terkalahkan di Serie A. Zebrette bermain imbang 1-1 melawan Como pada laga pembuka sebelum mengalahkan Monza 3-2. Mereka kemudian menghadapi Lazio pada 7 September, sehingga pertandingan tersebut menjadi faktor penting dalam melihat kondisi terbaru skuad Kosta Runjaić menjelang lawatan ke Milan.
Dengan demikian, meski Inter memiliki kualitas skuad yang lebih tinggi, Udinese tidak datang ke Giuseppe Meazza sebagai tim yang sedang terpuruk.
Prakiraan Formasi dan Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2)
- Kiper: Josep Martínez
- Bek: Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni
- Gelandang: Andy Diouf, Nicolò Barella, Petar Sučić, Piotr Zieliński, Federico Dimarco
- Penyerang: Francesco Pio Esposito, Lautaro Martínez
- Pelatih: Cristian Chivu
Inter kemungkinan kembali menggunakan formasi 3-5-2 yang menjadi struktur utama Chivu sejak awal musim. Dalam tiga pertandingan pertama, Inter konsisten menggunakan tiga bek dan lima gelandang, meskipun komposisi pemainnya berubah sesuai lawan.
Josep Martínez menjadi pilihan utama di bawah mistar dalam tiga laga awal. Di depan dirinya, Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni menjadi dua pemain yang cukup konsisten, sementara posisi bek ketiga dapat diisi Yann Bisseck atau Benjamin Pavard.
Lini tengah Inter juga mengalami perubahan besar dibandingkan musim lalu. Andy Diouf, Petar Sučić, Piotr Zieliński, Nicolò Barella, dan Federico Dimarco menjadi beberapa pemain yang mendapat kesempatan dalam struktur baru Chivu.
Di lini depan, Lautaro Martínez tetap menjadi pilihan utama. Marcus Thuram juga merupakan opsi utama, tetapi Pio Esposito tampil sebagai starter dalam pertandingan melawan Napoli dan dapat kembali dipercaya sejak menit pertama.
Udinese (3-4-2-1)
- Kiper: Maduka Okoye
- Bek: James Abankwah, Christian Kabasele, Oumar Solet
- Gelandang: Mërgim Vojvoda, Jakub Piotrowski, Jesper Karlström, Hassane Kamara
- Gelandang Serang: Jurgen Ekkelenkamp, Unai Gómez
- Penyerang: Keinan Davis
- Pelatih: Kosta Runjaić
Udinese diperkirakan menggunakan formasi 3-4-2-1. Struktur tersebut terlihat dalam proyeksi terbaru mereka, dengan Okoye sebagai penjaga gawang dan Solet menjadi salah satu pemimpin di lini belakang.
Di lini tengah, Piotrowski dan Karlström berperan sebagai poros permainan, sementara Vojvoda dan Kamara memberikan lebar permainan dari kedua sisi.
Untuk sektor serang, Ekkelenkamp dan Unai Gómez diproyeksikan bermain di belakang Keinan Davis. Udinese kehilangan beberapa opsi seperti Nicolò Zaniolo dan Giorgi Chakvetadze akibat masalah kebugaran.
Catatan: Susunan pemain di atas merupakan prakiraan, bukan starting XI resmi. Lineup final biasanya dikonfirmasi sekitar satu jam sebelum kick-off.
Performa Inter Milan dan Udinese
Inter merupakan salah satu dari sedikit tim yang mengawali Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna.
Tiga pertandingan menghasilkan tiga kemenangan. Setelah mengalahkan Monza dan Cagliari, Inter kemudian menundukkan Napoli 3-2 melalui comeback dramatis di Giuseppe Meazza.
Yang menarik, Inter menunjukkan kemampuan untuk tetap bermain agresif meskipun berada dalam situasi tertinggal. Saat menghadapi Napoli, mereka tidak kehilangan identitas permainan dan akhirnya membalikkan skor melalui Lautaro serta Thuram. Chivu sendiri menilai keberanian timnya menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Udinese juga memiliki awal musim yang positif. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Como sebelum meraih kemenangan 3-2 atas Monza. Kemenangan tersebut kemudian diikuti keberhasilan mengalahkan Venezia 2-1 di Coppa Italia.
Namun, kualitas lawan yang akan dihadapi Udinese kali ini jelas berada di level berbeda. Inter merupakan juara bertahan Serie A dan memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik.
Pemain Kunci Masing-Masing Tim
Inter Milan — Lautaro Martínez
Lautaro Martínez menjadi pemain yang paling layak mendapat perhatian dari kubu Inter.
Kapten Nerazzurri tersebut baru saja mencetak dua gol ketika menghadapi Napoli, termasuk gol penentu kemenangan pada menit ke-91. Performanya sekaligus menunjukkan bahwa Lautaro masih menjadi pusat ancaman utama Inter di lini depan.
Kemampuan Lautaro bergerak di ruang sempit, membaca posisi bek, dan menyelesaikan peluang membuatnya sangat berbahaya ketika Inter mampu menguasai wilayah pertahanan lawan.
Udinese — Jurgen Ekkelenkamp
Dari kubu Udinese, Jurgen Ekkelenkamp menjadi salah satu pemain yang dapat memberikan perbedaan di lini serang.
Gelandang asal Belanda tersebut diproyeksikan beroperasi di belakang penyerang dan memiliki kemampuan untuk menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Jika Udinese ingin mencuri poin di Giuseppe Meazza, Ekkelenkamp akan membutuhkan ruang untuk mengalirkan bola kepada Keinan Davis sekaligus membantu serangan balik.
Head to Head Inter Milan vs Udinese
Inter memiliki keunggulan cukup jelas dalam sejarah pertemuan kedua tim.
Dalam data pertemuan yang tercatat di Starting11, Inter memenangkan 22 dari 33 pertemuan, sementara Udinese meraih delapan kemenangan dan tiga pertandingan berakhir imbang.
Namun, pertandingan di Giuseppe Meazza tidak selalu menjadi jaminan kemenangan bagi Inter.
Pada Agustus 2025, Udinese justru mengejutkan Inter dengan kemenangan 2-1 di San Siro. Inter kemudian membalas pada pertemuan Januari 2026 dengan kemenangan 1-0 di markas Udinese.
Sebelum itu, Inter juga memenangkan dua pertemuan lainnya, yakni 2-1 pada Maret 2025 dan 2-0 pada Coppa Italia Desember 2024.
Artinya, Inter memang lebih dominan secara keseluruhan, tetapi Udinese sudah membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan kejutan di San Siro.
Prediksi Inter Milan vs Udinese: Siapa yang Akan Menang?
Inter tetap menjadi favorit utama dalam pertandingan ini.
Nerazzurri memiliki tiga kemenangan dari tiga laga Serie A, produktivitas yang tinggi, serta keuntungan bermain di Giuseppe Meazza. Mereka juga baru saja menunjukkan mentalitas luar biasa ketika membalikkan keadaan dari 0-2 menjadi 3-2 melawan Napoli.
Kualitas lini depan Inter juga menjadi faktor penting. Lautaro sedang berada dalam momentum bagus setelah mencetak dua gol melawan Napoli, sedangkan Marcus Thuram memberikan opsi tambahan yang membuat pertahanan lawan sulit berkonsentrasi hanya pada satu penyerang.
Namun, Udinese tetap memiliki peluang untuk menyulitkan Inter. Tim Runjaić belum terkalahkan di Serie A dan memiliki struktur 3-4-2-1 yang dapat membuat lini tengah Inter menghadapi pertarungan fisik cukup ketat.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah jadwal Inter. Setelah pertandingan melawan Napoli, mereka harus menjaga kondisi fisik sebelum kembali bertanding. Chivu juga memiliki cukup banyak pilihan di bangku cadangan sehingga rotasi tetap memungkinkan tanpa mengubah kualitas tim secara drastis.
Persentase Peluang Menang
- Inter Milan: 68%
- Udinese: 13%
- Seri: 19%
Prediksi Skor Akhir
Inter diperkirakan akan mengambil kendali permainan sejak awal melalui penguasaan bola dan tekanan tinggi. Udinese kemungkinan lebih banyak menunggu dan mengandalkan transisi cepat melalui Ekkelenkamp, Unai Gómez, serta Keinan Davis.
Jika Inter mampu mencetak gol lebih awal, pertandingan berpotensi terbuka dan memberikan lebih banyak ruang bagi Lautaro dan Thuram. Namun, Udinese cukup berbahaya untuk setidaknya menciptakan satu gol.
Dengan mempertimbangkan performa kedua tim, kualitas skuad, faktor kandang, serta head to head terbaru, Inter lebih layak difavoritkan untuk meraih tiga poin.
Prediksi Skor: Inter Milan 3 – 1 Udinese
Klasemen Serie A Terbaru
Pembaruan Terakhir: 26 Oktober 2026 06:12:33 WIB
| # | Klub | Main | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|
| 1 | FC Internazionale Milano | 8 | 13 | 22 |
| 2 | SS Lazio | 8 | 11 | 22 |
| 3 | AS Roma | 8 | 13 | 18 |
| 4 | AC Milan | 8 | 9 | 18 |
| 5 | Como 1907 | 8 | 7 | 17 |
| 6 | Frosinone Calcio | 8 | 4 | 14 |
| 7 | Juventus FC | 8 | 3 | 14 |
| 8 | Torino FC | 8 | 2 | 13 |
| 9 | Cagliari Calcio | 8 | -3 | 13 |
| 10 | SSC Napoli | 8 | 3 | 11 |
| 11 | Atalanta BC | 8 | -1 | 10 |
| 12 | US Lecce | 8 | -5 | 9 |
| 13 | Bologna FC 1909 | 8 | -2 | 8 |
| 14 | US Sassuolo Calcio | 8 | -4 | 8 |
| 15 | AC Monza | 8 | -3 | 7 |
| 16 | Genoa CFC | 8 | -7 | 7 |
| 17 | Udinese Calcio | 8 | -9 | 4 |
| 18 | ACF Fiorentina | 8 | -10 | 4 |
| 19 | Parma Calcio 1913 | 8 | -10 | 4 |
| 20 | Venezia FC | 8 | -11 | 3 |











