Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Plesir

13 Oleh-Oleh Khas Gunungkidul yang Wajib Dibawa Pulang

nuun.std
×

13 Oleh-Oleh Khas Gunungkidul yang Wajib Dibawa Pulang

Sebarkan artikel ini
13 Oleh Oleh Khas Gunungkidul yang Wajib Dibawa Pulang

KIDUL.ID – Kabupaten Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai dan bentang alam karstnya, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang khas. Sebagian besar olahan kuliner di daerah ini memanfaatkan komoditas pangan lokal seperti singkong (ketela pohon), hasil laut pesisir selatan, hingga kuliner ekstrem yang unik.

Bagi Anda yang sedang atau berencana berlibur ke Gunungkidul, berikut adalah 13 rekomendasi oleh-oleh khas yang sayang untuk dilewatkan:

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

1. Tiwul

Tiwul merupakan ikon kuliner Gunungkidul yang terbuat dari tepung gaplek (singkong kering yang dihaluskan). Pada masa lalu, tiwul menjadi makanan pokok pengganti nasi. Kini, tiwul berkembang menjadi kudapan manis legit dengan aneka rasa modern seperti gula kelapa, cokelat, pandan, hingga keju. Untuk buah tangan, tersedia varian tiwul instan yang praktis dikukus kembali di rumah.

2. Gatot

Berasal dari bahan yang sama dengan tiwul, gatot dibuat dari potongan gaplek yang difermentasi secara alami saat proses penjemuran. Setelah direndam dan dikukus, gatot menghasilkan tekstur kenyal dan warna gelap kehitaman yang khas. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut gurih dan sedikit gula.

3. Walang Goreng (Belalang Goreng)

Bagi pencinta kuliner unik dan ekstrem, walang goreng adalah makanan khas yang wajib dicoba. Belalang kayu yang ditangkap dari pohon-pohon jati diolah dengan bumbu rempah sederhana (bawang putih, garam, ketumbar) atau bumbu pedas manis. Teksturnya renyah dan gurih menyerupai udang goreng.

4. Ungkrung Goreng (Kepompong Ulat Jati)

Selain belalang, kuliner musiman yang sangat dicari adalah ungkrung atau kepompong ulat daun jati (Hyblaea puera). Memiliki cita rasa gurih alami dan kandungan protein tinggi, ungkrung biasanya digoreng kering dengan bumbu bawang dan garam. Makanan ini umumnya melimpah saat awal musim penghujan.

5. Peyek Rumput Laut

Memanfaatkan potensi pesisir pantai selatan seperti Pantai Baron dan Krakal, masyarakat setempat mengolah rumput laut segar menjadi rempeyek. Camilan ini memiliki tekstur renyah dengan rasa asin-gurih beraroma laut yang khas.

6. Peyek Jingking

Jingking adalah hewan krustasea kecil sejenis undur-undur laut atau anak kepiting yang hidup di zona pasang surut pantai berpasir. Diolah bersama adonan tepung rempeyek berbumbu ketumbar, peyek jingking menjadi pelengkap makan nasi tiwul maupun camilan santai.

7. Peyek Udang Laut

Selain jingking, tangkapan udang laut segar dari nelayan pantai Gunungkidul juga diolah menjadi peyek udang berukuran besar. Teksturnya renyah di luar dengan daging udang yang gurih dan gurih manis alami.

8. Wader Krispi

Ikan wader merupakan ikan air tawar/payau berukuran kecil yang banyak ditangkap di aliran muara sungai kawasan pesisir. Dibalut tepung berbumbu dan digoreng garing, wader krispi sangat cocok dijadikan lauk pendamping sambal bawang dan lalapan.

9. Pathilo

Pathilo adalah kerupuk tradisional berbahan dasar endapan pati singkong. Bentuknya menyerupai rengginang dengan butiran melingkar dan tekstur renyah mengembang. Pathilo tersedia dalam varian rasa gurih asin dan bawang, baik siap santap maupun dalam bentuk mentah untuk digoreng sendiri.

10. Manggleng Singkong

Manggleng adalah keripik singkong dengan potongan tebal memanjang. Singkong direbus terlebih dahulu bersama bumbu sebelum diiris dan dijemur hingga kering, lalu digoreng. Proses ini menghasilkan kerenyahan yang empuk dan renyah, kini tersedia dalam varian rasa gurih, balado, hingga pedas manis.

11. Lempeng Singkong (Kerupuk Puli)

Kudapan tradisional berbahan adonan singkong yang ditumbuk halus, dipipihkan tipis, lalu dijemur di bawah sinar matahari. Lempeng singkong memiliki tekstur renyah ringan dan sering dinikmati bersama soto atau pecel.

12. Cokelat Nglanggeran

Kawasan Desa Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk terkenal sebagai sentra budidaya kakao lokal. Di Griya Cokelat Nglanggeran, Anda bisa menemukan berbagai produk hilirisasi kakao, mulai dari cokelat batangan, bubuk minuman cokelat, dodol cokelat, hingga keripik pisang salut cokelat.

13. Aneka Olahan Ikan Asin & Kerajinan Laut

Di sepanjang jalan akses menuju pantai-pantai Gunungkidul, Anda akan menjumpai deretan kios yang menjual aneka ikan asin tangkapan lokal (seperti layur, teri, cumi), kerupuk ikan, serta suvenir kerajinan tangan dari cangkang kerang laut.

Tips Berburu Oleh-Oleh di Gunungkidul:

  • Pusat Penjualan: Oleh-oleh berbahan singkong dan olahan laut dapat ditemukan di Pasar Argosari Wonosari, kios oleh-oleh sepanjang Jalan Jogja–Wonosari (kawasan Patuk), dan area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pantai Baron.
  • Ketahanan Produk: Untuk perjalanan jauh, utamakan memilih varian instan (tiwul/gatot kemasan kering) atau camilan goreng kering (pathilo, manggleng, walang goreng) agar lebih tahan lama.

Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget