Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Religi

Diresmikan Uskup Agung Semarang dan Bupati, Paroki Santo Yusup Bandung Miliki Gedung Pastoran dan Pusat Pastoral Baru

nuun.std
×

Diresmikan Uskup Agung Semarang dan Bupati, Paroki Santo Yusup Bandung Miliki Gedung Pastoran dan Pusat Pastoral Baru

Sebarkan artikel ini
Paroki Santo Yusup Bandung Miliki Gedung Pastoran dan Pusat Pastoral Baru
Dokumentasi Pemkab Gunungkidul

KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Paroki Santo Yusup Bandung, Playen, Gunungkidul, pada Selasa malam (4/8/2026). Ratusan umat hadir menyaksikan peresmian dan pemberkatan gedung pastoran serta pusat pelayanan pastoral baru yang menjadi simbol penuntasan perjuangan panjang umat setempat.

Bagi Romo Laurentius Suhar Dwi Budi Prasetya, Pr (Romo Pras), peresmian ini menjadi momentum istimewa yang menandai tiga tahun masa pelayanannya di Paroki Bandung sejak Agustus 2023. Dalam sambutannya, Romo Pras tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia dan seluruh donatur yang bergotong royong merealisasikan pembangunan tersebut.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, hadir langsung memimpin prosesi pemberkatan. Dalam arahannya, Mgr. Rubi menjelaskan bahwa gedung dua lantai tersebut difungsikan sebagai kediaman para pastor serta pusat pembinaan iman dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Jangan sampai gedung ini menjadi gedung yang tertutup, sebaliknya harus terbuka untuk siapa pun,” pesan Mgr. Rubi sembari menekankan pentingnya peran gereja dalam membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi warga sekitar tanpa membeda-bedakan.

Bupati Tegaskan Komitmen Toleransi di Bumi Handayani

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menjamin kebebasan beribadah di Kabupaten Gunungkidul.

“Saya tidak mengizinkan adanya intoleransi dalam bentuk apa pun. Tidak boleh ada umat beragama yang tidak diizinkan beribadah atau membangun tempat ibadah,” tegas Bupati Endah di hadapan para tokoh agama dan tamu undangan.

Pembangunan fasilitas pastoral ini terwujud berkat kolaborasi swadaya umat, dukungan donatur dari berbagai daerah hingga luar negeri, serta toleransi erat warga Padukuhan Kepil yang turut mengawal kelancaran proses konstruksi.

Dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara resmi, kompleks pastoran dan pusat pelayanan pastoral Paroki Santo Yusup Bandung siap dioperasikan sebagai ruang pelayanan umat sekaligus pusat pergerakan sosial kemanusiaan di Gunungkidul.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget