Widget Iklan Affiliate (6 Produk)
Artikel PilihanEkonomi Bisnis

Tekan Inflasi dan Hadapi El Niño, Sri Sultan Memimpin High Level Meeting se-DIY

nuun.std
×

Tekan Inflasi dan Hadapi El Niño, Sri Sultan Memimpin High Level Meeting se-DIY

Sebarkan artikel ini
Tekan Inflasi dan Hadapi El Niño, Sri Sultan Memimpin High Level Meeting se DIY
Dokumentasi Pemkab Gunungkidul

KIDUL.ID – YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-DIY di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, ini mengangkat tema “Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester 1 Tahun 2026” guna merumuskan langkah antisipatif terhadap dinamika energi, ancaman cuaca ekstrem, serta lonjakan konsumsi sektor pariwisata.

Laporan Bank Indonesia bersama BPS mencatat tingkat inflasi DIY pada Juni 2026 berada pada kondisi stabil sebesar 2,91% (y.o.y), di mana Kota Yogyakarta mencatatkan inflasi 3,18% dan Kabupaten Gunungkidul sebesar 2,69%. Komoditas utama pendorong inflasi di antaranya emas perhiasan (kontribusi andil 0,9%), bensin, beras, minyak goreng, dan cabai rawit. Di tengah tantangan ekonomi tersebut, DIY sukses meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik kedua dalam efektivitas pengendalian inflasi wilayah Jawa–Bali tahun 2026.

Widget Iklan Affiliate (4 Produk)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, memaparkan tiga tantangan utama yang wajib diwaspadai sepanjang semester kedua 2026:

  • Ancaman El Niño: Potensi kemarau moderat hingga kuat mulai mengancam produktivitas pertanian. Kabupaten Bantul kini berstatus Awas kekeringan, sedangkan Kulon Progo dan Gunungkidul berada dalam status Siaga.
  • Lonjakan Harga Energi & Logistik: Harga BBM non-subsidi melonjak antara 29% hingga 56% dibanding Januari 2026, yang berdampak langsung pada ongkos distribusi dan tarif angkutan udara.
  • Konsumsi Musim Liburan: Pergerakan wisatawan nusantara yang menembus 7,83 juta orang hingga Mei 2026 mengerek angka permintaan bahan pangan pokok, khususnya komoditas cabai rawit.

Guna meredam volatilitas harga, TPID DIY meluncurkan program edukasi Merantasi (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) untuk mencegah praktik penimbunan barang di pasar rakyat. Selain itu, TPID menggandeng TP PKK DIY memelopori gerakan menanam cabai secara masif di pekarangan rumah tangga.

Inovasi Galon Bekas Gunungkidul dan Instruksi Gubernur DIY

Dalam forum tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memaparkan strategi penanganan 42.000 hektare lahan kering terdampak kemarau di wilayah karst. Salah satu terobosan lokal yang diperkenalkan adalah budidaya padi memanfaatkan media galon air mineral bekas. Metode ini terbukti presisi dalam penghematan air, pemupukan, serta pengendalian hama dibanding penanaman di lahan terbuka yang mulai pecah-pecah. Gunungkidul juga memperkuat program Gerbang Pagi (kebun-kolam-kandang) dan layanan Sibona (bus sekolah gratis) guna menopang daya beli warga.

Merespons paparan daerah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh jajaran TPID dan kepala daerah untuk:

  1. Meningkatkan Produksi Pangan: Menyalurkan bantuan alsintan, merhabilitasi jaringan irigasi, serta mengintensifkan Sekolah Lapang Iklim bagi petani (dengan catatan kehati-hatian dalam penerapan teknologi modifikasi cuaca).
  2. Efisiensi Distribusi 3T: Menerapkan prinsip Tepat Lokasi, Tepat Waktu, dan Tepat Sasaran pada rantai pasok.
  3. Kerja Sama Antar Daerah (KAD): Memperluas KAD guna menutupi defisit komoditas pangan lokal.
  4. Manajemen Cadangan Pangan: Memetakan pola konsumsi wisatawan musiman, memperkuat stok pangan daerah, serta meningkatkan koordinasi bersama Perum Bulog.
  5. Optimalisasi PAD: Menyiapkan alokasi PAD untuk subsidi tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat.

Mengakhiri arahannya, Sri Sultan menegaskan tiga fondasi utama kerja TPID DIY, yakni ketepatan data, kecepatan respon, dan ketepatan intervensi demi menjaga laju inflasi DIY tetap berada dalam sasaran target nasional 2,5 ± 1%.


Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected].

Text Ads Widget