KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Roda organisasi Pemerintah Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk, bersiap memasuki babak baru. Bertempat di Balai Kalurahan Semoyo, dilaksanakan agenda Pembekalan Peserta Ujian Calon Pamong dan Staf Pamong Kalurahan pada Sabtu (18/7/2026).
Pertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Panewu Patuk bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Patuk, Lurah Semoyo, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), serta Panitia Penjaringan dan Penyaringan. Hadir pula 15 orang peserta ujian yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi secara ketat.
Lurah Semoyo dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil melaju ke tahapan krusial ini. Beliau menekankan agar seluruh calon pamong memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, mereka akan diuji melalui dua instrumen penilaian, yakni ujian tertulis dan ujian praktik komputer yang dijadwalkan matang pada Rabu, 22 Juli 2026 mendatang.
Pamong Harus Menjadi ‘Pamomong’ Masyarakat
Sementara itu, Panewu Patuk memberikan arahan strategis sekaligus imbauan kepada para calon pamong dan staf pamong untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama proses seleksi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari birokrasi kalurahan membutuhkan kesiapan mental yang berbeda dari profesi lain.
“Pamong yang nantinya dinyatakan terpilih harus bersiap diri dengan segala konsekuensi dan risiko pekerjaan. Menjadi pamong itu berbeda dengan pekerja kantoran umum. Seorang pamong harus bisa menjadi pamomong (pengemong/pelayan) yang tulus bagi masyarakat,” tegas Panewu Patuk.
Sebagai penutup agenda pembekalan, Tim Panitia Penjaringan memaparkan secara rinci mengenai teknis pelaksanaan ujian serta membacakan tata tertib ketat yang wajib ditaati oleh seluruh peserta demi menjaga asas keadilan, transparansi, dan akuntabilitas seleksi.









