KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta ke-214 Tahun Masehi (2026) di Kabupaten Gunungkidul diwarnai aksi nyata kemanusiaan. Momentum bersejarah tersebut diisi dengan gerakan penanggulangan stunting dan peningkatan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan Dharma Mulyarja: Gizi Sehat Balita Stunting dan Kesehatan Ibu Hamil di Kantor Kapanewon Gedangsari, Kalurahan Hargomulyo, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan sosial terpadu ini dibuka langsung oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X dan dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, bersama jajaran pemerintah daerah, tim medis Universitas Gadjah Mada (UGM), tenaga kesehatan, serta warga setempat.
Mewakili Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan bahwa kegiatan Dharma Mulyarja membawa misi krusial dalam menyelamatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan Gunungkidul.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Kita berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk melaksanakan tugas suci kemanusiaan melalui kegiatan Dharma Mulyarja,” ujar Joko membacakan sambutan Bupati.
Ia menambahkan, intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Membangun bangsa yang besar harus dimulai dari membangun jiwa dan raga manusianya. Generasi Gunungkidul yang hebat hanya bisa lahir dari ibu yang sehat dan anak yang tercukupi nutrisinya,” tegasnya.
Aksi Terpadu Kesehatan dan Pasar Murah
Dalam kesempatan yang sama, GKBRAy Adipati Paku Alam X menjelaskan bahwa Dharma Mulyarja merupakan bentuk bakti sosial Kadipaten Pakualaman untuk mengikis angka stunting sekaligus meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan ini menghadirkan beragam layanan publik terpadu, meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil, konsultasi medis, penyuluhan gizi seimbang, hingga edukasi kesehatan keluarga. Guna mendukung ketahanan pangan warga, pihak penyelenggara juga menggelar pasar murah bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengapresiasi tinggi sinergi antara Kadipaten Pakualaman, akademisi UGM, dan jajaran tenaga kesehatan. Kolaborasi Lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi stimulan berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan keluarga serta mencetak generasi Gunungkidul yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.











