GUNUNGKIDUL, KIDUL.ID—Memiliki wajah yang bersih, cerah, dan menyenangkan ketika dipandang tentu menjadi keinginan banyak orang. Dalam Islam, keindahan seseorang tidak hanya dinilai dari penampilan fisik, tetapi juga dari akhlak, kebersihan, ketenangan hati, dan cara memperlakukan orang lain.
Karena itu, ketika mencari doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang, perlu dibedakan antara doa yang memang memiliki dasar dari Al-Qur’an atau hadis dan amalan yang hanya populer di masyarakat.
Tidak terdapat doa khusus dalam Al-Qur’an atau hadis sahih yang secara eksplisit menjamin wajah seseorang menjadi cantik atau tampan dan membuat semua orang menyukainya. Namun, seorang Muslim boleh berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, akhlak yang baik, penampilan yang baik, serta hubungan yang penuh kasih dengan sesama.
Apakah Ada Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya?
Nama Nabi Yusuf AS sering dikaitkan dengan doa untuk mendapatkan ketampanan atau wajah yang bercahaya. Namun, anggapan tersebut perlu diluruskan.
Ayat yang sering disebut sebagai “doa Nabi Yusuf” adalah QS Yusuf ayat 4:
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
Latin:
Idz qāla Yūsufu li-abīhi yā abati innī ra’aitu aḥada ‘asyara kaukaban wasy-syamsa wal-qamara ra’aituhum lī sājidīn.
Artinya:
“Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku! Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.’”
Ayat tersebut bukan doa agar wajah menjadi tampan atau bercahaya. Ayat ini merupakan cerita tentang mimpi Nabi Yusuf AS yang kemudian memiliki makna penting dalam perjalanan hidupnya. Para mufasir menjelaskan bahwa sebelas bintang dikaitkan dengan saudara-saudara Yusuf, sedangkan matahari dan bulan berkaitan dengan kedua orang tuanya dalam penafsiran yang masyhur.
Jadi, sebaiknya tidak menyebut QS Yusuf ayat 4 sebagai “doa Nabi Yusuf untuk mendapatkan ketampanan”.
Doa Agar Diberi Akhlak yang Baik
Salah satu doa yang memiliki dasar hadis adalah:
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Latin:
Allāhumma kamā ḥassanta khalqī fa-ḥassin khuluqī.
Artinya:
“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindahlah pula akhlakku.”
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dan memiliki sejumlah jalur periwayatan. Hadis tersebut dinilai sahih oleh Ibnu Hibban dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani.
Maknanya juga sangat sesuai dengan konsep kecantikan dalam Islam. Keindahan fisik (khalq) idealnya disertai keindahan akhlak (khuluq).
Namun, terdapat catatan penting: riwayat yang secara khusus menyebut doa tersebut dibaca ketika melihat atau bercermin memiliki perbedaan penilaian, sehingga lebih aman menyebutnya sebagai doa untuk memohon akhlak yang baik, bukan memastikan bahwa Rasulullah SAW mengajarkannya khusus sebagai doa bercermin.
Ayat tentang “Kasih Sayang dari Allah”
Ayat lain yang sering digunakan dalam artikel tentang doa agar disukai banyak orang adalah QS Thaha ayat 39:
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي
Latin:
Wa alqaitu ‘alaika maḥabbatan minnī wa lituṣna’a ‘alā ‘ainī.
Artinya:
“Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.”
Ayat ini memang berbicara tentang kasih sayang yang Allah berikan kepada Nabi Musa AS, bukan doa yang dibaca Nabi Musa untuk membuat orang lain menyukainya. Tafsir At-Tabari menjelaskan bahwa Allah memberikan Musa kecintaan sehingga ia dicintai oleh orang-orang yang melihatnya, termasuk dalam konteks pengasuhan Musa di lingkungan keluarga Fir’aun.
Karena itu, ayat tersebut dapat direnungkan sebagai pengingat bahwa rasa kasih dan penerimaan manusia pada akhirnya berada dalam kehendak Allah. Namun, kurang tepat jika disebut sebagai “doa pemikat hati” yang secara otomatis membuat seseorang disukai semua orang.
Amalan Agar Wajah Tampak Berseri Menurut Islam
Tidak ada amalan tertentu yang berdasarkan dalil sahih dapat menjamin seseorang memiliki “aura wajah” tertentu. Akan tetapi, terdapat banyak ajaran Islam yang mendorong seseorang menjaga kebersihan, ibadah, dan akhlak.
1. Menjaga Kebersihan dan Kesucian
Kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menjaga kebersihan tubuh, pakaian, rambut, dan wajah dapat membuat penampilan terlihat lebih rapi dan segar.
Wudhu juga merupakan ibadah yang memiliki keutamaan tersendiri. Namun, sebaiknya tidak membuat klaim medis bahwa air wudhu secara langsung dapat mengubah kondisi kulit atau membuat wajah menjadi lebih cantik.
2. Memperbaiki Akhlak
Senyum, tutur kata yang baik, rendah hati, dan tidak menyakiti orang lain dapat membuat seseorang lebih mudah diterima dalam pergaulan.
Inilah salah satu bentuk “daya tarik” yang lebih sesuai dengan ajaran Islam: bukan memaksa hati seseorang dengan amalan tertentu, melainkan membangun kepribadian yang baik.
3. Memperbanyak Ibadah dan Doa
Salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, beristighfar, dan memperbanyak doa dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tujuannya bukan semata-mata mendapatkan penampilan tertentu, tetapi memperoleh ketenangan hati dan kehidupan yang lebih baik.
4. Membiasakan Senyum dan Bersikap Ramah
Senyum dan keramahan dapat memberikan kesan positif ketika berinteraksi dengan orang lain. Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada sesama.
Karena itu, jika ingin lebih disukai dalam pergaulan, membangun komunikasi yang baik dan menghormati orang lain jauh lebih tepat daripada mencari amalan yang diklaim sebagai “pemikat”.
5. Merawat Diri dengan Cara yang Halal
Islam tidak melarang seseorang merawat penampilan selama dilakukan dengan cara yang dibenarkan.
Menjaga kebersihan wajah, tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menggunakan produk perawatan yang sesuai dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan kulit.
Perawatan fisik tersebut merupakan bentuk ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT.
Bolehkah Berdoa Agar Disukai Banyak Orang?
Boleh berdoa kepada Allah untuk mendapatkan kasih sayang, hubungan yang baik, dan penerimaan dari orang lain selama permintaannya tidak mengandung sesuatu yang haram.
Namun, sebaiknya doa tersebut tidak dimaknai sebagai usaha untuk mengendalikan hati seseorang secara paksa.
Seorang Muslim dapat memohon agar Allah memberikan akhlak yang baik, menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain, serta memberikan hubungan yang sehat dan penuh kasih.
Hal ini berbeda dengan praktik pengasihan, pelet, atau ritual tertentu yang mengklaim dapat memaksa seseorang jatuh cinta atau kehilangan kehendak bebas. Praktik semacam itu tidak perlu dicampurkan dengan doa yang memiliki dasar syariat.
Doa yang Dapat Dipanjatkan
Selain doa yang bersumber dari hadis, seseorang juga dapat berdoa menggunakan kalimat yang baik sesuai kebutuhannya. Misalnya:
اللَّهُمَّ حَسِّنْ خُلُقِي وَأَصْلِحْ قَلْبِي وَاجْعَلْنِي مَحْبُوبًا فِي الْخَيْرِ
Latin:
Allāhumma ḥassin khuluqī wa aṣliḥ qalbī waj’alnī maḥbūban fil-khair.
Artinya:
“Ya Allah, perbaikilah akhlakku, perbaikilah hatiku, dan jadikanlah aku dicintai dalam kebaikan.”
Kalimat ini dapat digunakan sebagai doa pribadi. Ini bukan lafaz hadis atau doa khusus yang diajarkan Nabi, sehingga jangan dinisbatkan kepada Rasulullah SAW.
Kesimpulan
Tidak ada dalil khusus yang menetapkan doa agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang secara spesifik. Karena itu, doa yang beredar di masyarakat sebaiknya diperiksa sumbernya sebelum disebut sebagai doa Nabi atau amalan khusus dalam Islam.
QS Yusuf ayat 4 bukan doa untuk memperoleh ketampanan, melainkan ayat yang menceritakan mimpi Nabi Yusuf AS. Sementara QS Thaha ayat 39 berbicara tentang kasih sayang Allah kepada Nabi Musa AS, bukan doa pemikat hati.
Adapun doa “Allahumma kama hassanta khalqi fa-hassin khuluqi” memiliki dasar sebagai doa Nabi untuk memohon akhlak yang baik. Doa tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keindahan fisik akan lebih bermakna apabila disertai akhlak yang mulia.
Dengan demikian, jika ingin memiliki wajah yang tampak berseri dan disukai orang lain, lakukan ikhtiar secara seimbang: rawat kesehatan dan kebersihan diri, perbaiki akhlak, bersikap ramah, memperbanyak ibadah, dan berdoa kepada Allah SWT.











