KIDUL.ID — YouTube bersiap memperketat syarat bagi kreator pemula yang ingin memperoleh penghasilan dari iklan dan langganan. Mulai 1 Februari 2027, platform berbagi video milik Google ini secara resmi akan menggandakan ambang batas jam tayang dan penayangan konten demi meningkatkan kualitas ekosistem digital.
Berdasarkan pengumuman terbaru, kreator yang ingin memonetisasi salurannya kelak diwajibkan mengumpulkan minimal 8.000 jam tayang dalam kurun waktu setahun terakhir, atau meraup 20 juta penayangan YouTube Shorts dalam 90 hari terakhir. Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding aturan saat ini yang mematok 4.000 jam tayang atau 10 juta penayangan Shorts, dengan tetap menyertakan syarat minimum 1.000 pelanggan (subscriber). YouTube menegaskan bahwa kebijakan pengetatan ini tidak akan memengaruhi para kreator yang telah lebih dulu memonetisasi salurannya.
Strategi Jangka Panjang Menumpas Konten “AI Slop”
Kebijakan baru ini memicu beragam tanggapan dari kalangan pengamat teknologi. Jurnalis sekaligus konsultan teknologi, Emil Protalinski, menilai aturan tersebut sebagai berita berat bagi kreator yang sedang merintis akun baru. Kendati demikian, ia memandang langkah ini sebagai respons mutlak platform untuk membendung maraknya akun spam dan konten otomatis berbasis kecerdasan buatan atau AI slop.
“Menggandakan ambang batas memang akan terasa sulit dalam jangka pendek, tetapi semoga dapat mendongkrak kualitas YouTube secara keseluruhan dalam jangka panjang,” tulis Protalinski.
Potensi Pendapatan Besar dan Kiat Kreator Mapan
Di tengah pengetatan aturan tersebut, potensi ekonomi bagi kreator konten yang konsisten tetap terbukti menjanjikan. Pakar keuangan dan kreator asal Amerika Serikat, Erika Kullberg, mengungkapkan bahwa YouTube sejauh ini menjadi platform media sosial yang memberikan pemasukan finansial tertinggi baginya dibanding platform lain.
Kullberg, yang sukses membangun basis jutaan pengikut, menyarankan para kreator baru yang berniat beralih menjadi pembuat konten purna waktu agar membangun disiplin kerja yang tinggi serta menyiapkan landasan finansial yang mapan sebelum meninggalkan dunia korporat.