KIDUL.ID – GUNUNGKIDUL — Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap jalannya roda pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikannya di hadapan 52 personel dari berbagai instansi saat memberikan pembinaan bagi ASN Kapanewon Wonosari di Aula Rama pada Rabu (8/7/2026). Agenda ini mengusung tema besar penguatan pelayanan publik menuju Indonesia Emas 2045.
Panewu Wonosari, Dwi Windarsi, menyambut baik motivasi langsung dari Wakil Bupati tersebut. Ia memaparkan bahwa Kapanewon Wonosari memegang posisi krusial karena merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Gunungkidul yang membawahi 14 kalurahan, sekaligus menjadi pusat nadi pemerintahan dan perekonomian daerah.
“Kompleksitas persoalan di wilayah Wonosari membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh unsur, mulai dari aparatur kapanewon, pemerintah kalurahan, pendamping desa, hingga petugas lapangan lainnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Dwi Windarsi.
ASN Wajah Pemerintah, Tinggalkan Budaya Berbelit
Merespons kompleksitas tersebut, Wakil Bupati Joko Parwoto mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat modern terhadap kualitas pelayanan publik kini terus meningkat. Warga hari ini mendambakan pelayanan yang serbacepat, mudah diakses, bersih dari penyimpangan, serta solutif.
“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui slogan ataupun pidato, tetapi melalui pelayanan nyata yang diberikan setiap hari. ASN adalah wajah pemerintah, sehingga setiap tindakan dan keputusan yang diambil akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat,” tegas Joko.
Joko mengajak seluruh aparatur di pusat kota tersebut untuk berani meruntuhkan paradigma lama dan meninggalkan budaya birokrasi yang lamban serta berbelit-belit. Sebaliknya, ekosistem kerja baru wajib diisi dengan kedisiplinan tinggi, kolaborasi lintas sektor, inovasi, kecepatan, serta adaptasi terhadap pemanfaatan teknologi digital.
Lima Karakter ASN Masa Depan
Guna menyokong arah kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto—mulai dari pemberantasan korupsi, digitalisasi, hingga ketahanan pangan—Joko memaparkan lima karakter wajib yang harus tertanam pada diri ASN masa depan:
- Berintegritas: Diwujudkan lewat kejujuran, menolak tegas gratifikasi, pungutan liar (pungli), serta berani melawan penyimpangan.
- Profesional: Bekerja secara disiplin dan terus meningkatkan kompetensi diri seiring perkembangan zaman.
- Transparan: Terbuka dan komunikatif dalam memberikan setiap aspek pelayanan kepada publik.
- Akuntabel: Mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan serta penggunaan anggaran secara hukum, administrasi, maupun moral.
- Visioner: Memiliki pandangan jauh ke depan untuk kemajuan daerah.
Di tingkat lokal, seluruh ASN Wonosari juga dibebani tanggung jawab besar untuk menyukseskan program prioritas Pemkab Gunungkidul. Program tersebut meliputi penekanan angka kemiskinan dan stunting, pengembangan UMKM, penyerapan investasi, promosi pariwisata, hingga penguatan reformasi birokrasi.
“Dengan kebersamaan, saya yakin Kapanewon Wonosari dapat menjadi teladan pelayanan publik yang cepat, bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Mari bekerja keras, bekerja cepat, bekerja tuntas, dan bekerja ikhlas untuk mewujudkan Gunungkidul yang sejahtera serta mendukung Indonesia Emas 2045,” pungkas Joko optimis.











